Cara Pandang Pendidikan Islam Tentang Pandemi Covid-19

Pandemi global covid-19 bisa kita pandang lebih jelas menggunakan kaca pembesar, Apakah kaca pembesar dalam konteks ini? Kaca pembesar itu adalah agama, dalam hal ini agama Islam yang menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia. Agama Islam dalam sejarahnya tidak pernah mengalami masalah dengan Ilmu pengetahuan. Menurut Islam segala kejadian di bumi ini adalah dari Allah dan sebagai tanda untuk mengenal-Nya. Islam memandang bahwa yang ada adalah ciptaan Allah SWT termasuk bakteri, protozoa, vi

Cara Pandang Pendidikan Islam Tentang Pandemi Covid-19

Dendi Komarudin

Guru SMA Muhammadiyah Cileungsi

dendikom84@gmail.com


Pendidikan Islam dilaksanakan dan diselenggarakan dengan tujuan untuk membentuk dan membina karakter manusia agar menjadi manusia supaya beriman, bertakwa, dan berakhlak kepada Allah SWT berdasarkan fitrah-nya sebagai hamba. Tujuan pendidikan Islam juga selaras dengan bunyi konstitusi kita. Dalam undang-undang No 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan Nasional. Tujuan pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, Berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Pandemi global covid-19 bisa kita pandang lebih jelas menggunakan kaca pembesar, Apakah kaca pembesar dalam konteks ini? Kaca pembesar itu adalah agama, dalam hal ini agama Islam yang menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia. Agama Islam dalam sejarahnya tidak pernah mengalami masalah dengan Ilmu pengetahuan. Menurut Islam segala kejadian di bumi ini adalah dari Allah dan sebagai tanda untuk mengenal-Nya. Islam memandang bahwa yang ada adalah ciptaan Allah SWT termasuk bakteri, protozoa, virus, fungus dan sebagainya walaupun tercipta lewat perantara manusia dan makhluk lainnya.

Pendidikan kita seharusnya sudah mampu menjawab pandemik covid-19 ini, sebagai bentuk ujian ketakwaan kita seperti yang sudah tertera pada tujuan pendidikan kita. Guru bisa mengedukasi peserta didik dengan menjelaskan covid-19 selain menurut para saintis juga melihat bagaimana Islam memandang fenomena ini. Menurut Hamid Fahmi Zakarsyi: “ Analisis sementara virus korona dengan MERS dan SARS, dan dipercaya berasal dari kelelawar. Para peneliti di South China Aagricultural University mencurigai pangolin atau trenggiling sebagai inang perantara virus tersebut. Penelitian lain curiga pada ular sebab kode protein ular sama dengan virus korona. Tapi bagaimana virus ini berpindah dari populasi hewan ke manusia ternyata masih misteri. Penelitian dalam jurnal Nature Medicine memastikan bahwa virus ini bukanlah dari laboratorium atau ciptaan manusia. Sebab, virus SARS CoV-2 bermutasi secara alami untuk mengikat sel manusia. Ini tentu bukan rekayasa genetika. Benerkah virus korona berkaitan dengan perang dagang AS-Cina dengan senjata biologis masih misteri. Tapi mengapa tidak satupun yang menyatakan This is the work of God:?.

Dampak dari pandemi covid-19 itu sendiri  sangat berpengaruh pada interaksi antar manusia. Hal ini mempengaruhi Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah. Guru kesulitan memberikan materi pada peserta didik, Walaupun ada kebijakan dari pak Mendikbud Nadiem Makarim umtuk proses pembelajaran menggunakan metode E-Learning, karena masih banyak guru-guru yang di daerah-daerah belum dimasuki jaringan Internet maka pak Nadiem memutuskan pembelajaran anak-anak dengan menonton TVRI, tetapi kendala tak berhenti sampai disitu, ternyata masih banyak pula guru dan peserta didik banyak yang tidak memiliki Televisi, hal ini disampaikan oleh pak menteri sendiri saat  wawancara dengan Najwa Shihab pada platform media online Narasi.

Pendidikan Dan Sekolah

Apakah Pendidikan selalu harus dikaitkan dengan Sekolah? Apakah interaksi antara anak dengan orang tua bukan termasuk Pendidikan? Apakah Interaksi anak dengan teman-temannya bukan termasuk pendidikan? Apakah pendidikan hanya terjadi disekolah yang melibatkan guru yang mengajar di sekolah dengan peserta didik? Sekolah hanya salah satu institusi dalam proses pendidikan tetapi proses pendidikan itu tidak hanya terjadi di sekolah yang melibatkan Guru, Kepala Sekolah, Pejabat Sekolah, dan peserta didik. Seorang tokoh Muhammadiyah dan ketua MUI pertama Buya Hamka tidak pernah mendpatkan pendidikan di sekolah-sekolah formal, tetapi apakah Buya Hamka tidak berpendidikan? Tentunya sekarang makna pendidik sudah dipersempit dengan hanya menghubungkan pendidikan dengan sekolah, lalu ketika sudah tidak bersekolah lagi apakah sudah tidak ada pendidikan?

Bagaimana Pendidikan Islam Memandang Pandemi Covid-19

Menurut Nadiem Makkarim: “saat pandemi ini orang akan lebih percaya sains dan cara mengajar sains juga harus berubah, menurutnya kita harus mengajar sains dalam kondisi yang real, menurutnya, kita harus memasukan covid-19 ini pada pembelajaran IPA, kita mengajar Matematika menggunakan contoh Covid-19. Dan Mendikbud akan mendorong akan hal itu”. 

Islam memandang Sains merupakan sesuatu yang penting dan ummat Islam akan selalu berpikir secara saintifik. Dalam Surat Ali Imran Ayat 3 : “ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda orang yang berakal”. 

Akan tetapi umat Islam juga perlu mengetahui bahwa tujuan mempelajari Sains agar semakin mengenal Allah sebagai pencipta tunggal. Dan selain menjelaskan dengan metode Sains, seorang guru juga wajib menjelaskan bahwa Pandemi Covid-19 adalah ujian dari Allah agar kita menjadi mukmin yang sabar, kuat, dan semakin ingat dengan dosa-dosa-nya kepada Allah, setelah itu memohon ampunan-Nya. Ini penting.

Solusi KBM Saat Pandemi

Saya mendapati banyak murid dan orang tua yang mengeluh saat proses kegiatan belajar mengajar di saat-saat social distancing seperti ini, setiap guru mata pelajaran memberikan tugas kepada murid, sehingga tugas selama pembelajaran dirumah dua kali lipat lebih banyak dari ketika proses KBM di sekolah. Kita sekarang semua fokus keluar dari Pandemi Global Covid-19 ini, maka menurut saya semua elemen termasuk seluruh civitas pendidikan kita arahkan untuk fokus dalam menghadapi Pandemi global covid-19 ini. Maka tugas-tugas yang diberikan kepada murid itu yang ada kaitannya dengan jalan keluar pandemi Covid-19 ini. 

Seperti menghafalkan doa Qunut Nazilah, mempelajari doa-doa dan dzikir-dzikir agar terhindar dari bencana lalu mempraktekannya dirumah adalah salah satu solusi tugas yang kita beri ke anak, dan Wali murid membuat laporan tugas-tugas itu sudah dilaksanakan atau belum, setelah itu membuat karya edukasi tentang covid-19 seperti tulisan ilmiah, cerpen, video tentang covid-19 dan lain-lain. Tanpa membebankan murid dan guru dari proses pembelajaran jarak jauh, diharapkan ada hikmah dan nilai yang bisa diambil dari ujian covid-19 ini dari tugas-tugas yang diberikan selama pandemi-19 ini. 

Bagi saya Pandemi Covid-19 ini merupakan pendidikan bagi seluruh umat manusia, karena setiap kejadian bagi saya adalah proses pendidikan. Saat disekolah mungkin peserta didik hanya diberi ujian sekolah tetapi tidak dipernah diajari menghadapi ujian kehidupan, Pandemi global ini adalah kesempatan kita memberikan pengajaran tentang ujian kehidupan kepada peserta didik. 

Hikmah Yang Bisa Di Ambil

Banyak Hikmah yang bisa di petik dari pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) ini, salah satunya adalah terbangunnya mental wirausaha bagi banyak peserta didik, banyak murid-murid saya yang selama dirumah membuat usaha dari mulai kuriner, clothing sampai usaha jasa seperti desain dan video promosi. keluangan waktu yang banyak dan tabungan yang semakin menipis memberikan efel bangkitnya semangat wirausaha dalam diri mereka. 

Angkatan 2020 atau bisa disebut angkatan covid atau juga yang mengatakan angkatan give away ini juga justru memberikan keuntungan untuk mereka karena pemerintah mengeluarkan anggarannya yang besar untuk beasiswa jalur bidik misi, banyak murid-murid saya yang mengambil program beasiswa itu karena selain gratis uang kuliah, mereka juga mendapatkan uang saku dari perguruan tinggi tempat mereka mendaftar. 

Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia, yang tanpa nilai dan tanpa hikmah yang bisa dipetik, termasuk virus corona ini. Selalu berpikir positif terhadap segala ketentuan-Nya adalah cara yang terbaik agar melahirkan energi di dalam diri kita. Belum tentu akan tercipta semangat para wirausaha muda dan banyaknya beasiswa diangkatan ini jika Allah tidak menurunkan virus ini. semoga kita menjadi hamba yang selalu bersyukur dan mengambil banyak pelajaran dari setiap kejadian.


Sumber referensi :

1. Diantoro, Fery, Endang Purwati, and Erna Lisdiawati. "Upaya Pencapaian Tujuan Pendidikan Islam Dalam Pendidikan Nasional Dimasa Pandemi Covid-19." MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam 2.01 (2021): 22-33.

2. Sujana, I. Wayan Cong. "Fungsi dan tujuan pendidikan Indonesia." Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar 4.1 (2019): 29-39.

3. Hafni, Roswita. "Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan Online." Seminar Nasional Teknologi Edukasi Sosial Dan Humaniora. Vol. 1. No. 1. 2021.

4. Clinical and virologic characteristics of the first 12 patients with coronavirus disease 2019 (COVID-19) in the United States. Nature medicine, 2020, 26.6: 861-868.

5. ADIYONO, Adiyono. Pasca Pandemi Covid-19 Perspektif Pendidikan Islam. Fikruna, 2020, 2.2: 56-73.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT